Sabtu, 21 Mei 2016

Bulan Tertusuk Ilalang



Bulan Tertusuk Ilalang

 
 











film mengenai perbenturan budaya Jawa dengan budaya Barat Modern. Dilatar belakangi oleh sebuah kisah tentang seorang anak yang mempunyai pengalaman buruk dimasa kecilnya karena sering dilecehkan oleh ayahnya. Suatu saat dia bertemu bertemu dengan seorang wanita yang telah lama tinggal di Amerika Serikat. Keduanya jatuh cinta dan disinilah perbenturan ini muncul.

Sukar diuraikan bahwa ada cerita dalam film yang lebih ingin memberikan kesan-kesan tertentu saja. Namun demikian, toh ada yang ingin dikatakan lewat sebuah kisah yang dituturkan secara tak teratur dan linier. Kisah yang bisa ditangkap dari serpihan-serpihan dialog yang sangat sedikit jumlahnya, maupun dari rentetan gambarnya. Yang ingin lebih ditonjolkan agaknya "perjalanan kejiwaan" tokohnya. Juga ingin dikesankan masalah kuno-modern dalam budaya Jawa, khususnya di Solo. Ilalang (Norman Wibowo) punya trauma masa kecil: mencintai ibunya dan kekerasan ayahnya yang sering menusuk jarinya dengan jarum atau kawat. Trauma ini terbawa hingga dewasa saat dia belajar pada seorang musikus tua kraton, Waluyo (Ki Soetarman). Partitur naskah ciptaannya sering disepelekan begitu saja dan ia juga jatuh cinta pada istri gurunya, Bulan (Ratna Paquita), gadis yang "mencari". Hubungan-hubungan ini tak ada yang menghasilkan kebahagiaan.

Proyek Dewan Film Nasional dengan maksud mengangkat film nasional di tengah kelesuan produksi, dan untuk diikutkan dalam FFAP 1995, Jakarta. Masa tayang yang tercantum sebelum lolos sensor.

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar