Kamis, 10 Maret 2016

nay

Perempuan dan problematika tubuhnya adalah salah satu isu yang dari dulu hingga kini sudah sering diangkat namun masih saja belum diprioritaskan baik oleh negara, masyarakat, maupun perempuannya sendiri. Berita tentang tindak kekerasan dalam rumah tangga maupun pelecehan seksual sebagai ikhwal kejahatan yang harusnya serius ditangani, berakhir sebatas komoditi. Bergaung di acara-acara gosip televisi. Dibicarakan sambil lalu di café-café ternama hingga kedai kopi. Berhenti sebagai laporan di meja polisi. Dan pada akhirnya, hukum tak juga mampu melindungi.
Membuktikan ikhwal perkosaan memang tidak semudah membalik telapak tangan. Korban yang mengalami trauma sering kali tidak segera melaporkan. Ada banyak tekanan dari orang terdekat maupun diri sendiri akibat banyaknya kasus pelecehan seksual yang berakhir dengan hasil jauh dari memuaskan. Moral korban sebagai perempuan diperta

nyakan. Cara berpakaian dipersoalkan. Akibatnya lebih banyak korban memilih tutup mulut. Korban memilih hak asasinya tercerabut dan hidup dengan trauma yang bisa jadi seumur hidup tak akan pernah surut.
Film Nay memang mengangkat ikhwal perempuan. Sebab sebagai seorang perempuan, ibu dari dua anak perempuan dan eyang putri dari seorang cucu perempuan, saya merasa wajib untuk menyampaikan. Namun pada kenyataannya, tidaklah mudah mengangkat isu semacam ini ke depan para investor bisnis yang punya kepentingan lain di luar berkesenian. Oleh sebab itu, besar harapan saya kepada crowd funding ini, agar apa yang saya ingin sampaikan bisa terealisasikan. Dan dengan segala kerendahan hati, mewakili segenap tim yang terlibat dalam produksi ini, terima kasih yang tak terhingga kami ucapkan.
Sinopsis
Setelah pemeriksaan di Rumah Sakit, NAY mengetahui jika janin yang dikandungnya sudah berumur 14 minggu. Ia pun berniat berbagi kabar kepada pacarnya BEN, yang ternyata lebih mementingkan Ibunya ketimbang persoalan yang butuh mendapatkan solusi segera. Hal ini membuat Nay merasa sulit untuk menentukan tindakan apa yang terbaik bagi janin yang dikandungnya. Apalagi, Nay menerima telepon dari seorang PRODUSER Film yang menyatakan jika Nay terpilih sebagai Pemeran Utama.
Dalam ketidak-pastian, AYU Manager Nay, menelepon. Nay mengutarakan apa yang sedang terjadi pada dirinya. AYU yang sepertinya mendukung apa pun keputusan Nay, belakangan ketahuan hanya mementingkan karier belaka.
Dalam sebuah perjalanan di atas mobil, Nay harus menghadapi berbagai macam fakta dan ragam sifat manusia yang sebenarnya, BEN, AYU, MAMI BEN dan PRAM seorang laki-laki yang Nay pikir bisa diandalkan.
Nay pun mesti berhadapan kembali dengan sejarah kelam masa lalunya Figur AYAH yang tak pernah dikenalnya. Juga figur IBU yang pernah mengecewakannya.

7 komentar: